Perjalanan Hidup Juan Afdillah

Sekilas Perjalanan Hidup Dari Juan Afdillah, Pendiri Komunitas Bahas Bisnis

AI & RISK

James M.

12/14/20258 min read

Juan Afdillah

Di usia 13 tahun, kebanyakan remaja Indonesia masih bergantung sepenuhnya pada uang saku orang tua. Juan Afdillah sudah menghasilkan akumulasi pendapatan dua digit dari bisnis digitalnya sendiri.

Awal Perjalanan: 2017-2018

Lahir 13 Januari 2010, perjalanan Afdillah dimulai di tahun 2017 ketika berusia 7 tahun. Ia pertama kali terpapar dengan ide menjadi content creator, melihat YouTube bukan sekadar sebagai platform konsumsi, tetapi sebagai sesuatu yang bisa dibangun. Pada masa itu, akses terhadap teknologi sangat terbatas. Ia bahkan belum memiliki ponsel sendiri, harus meminjam perangkat orang tua untuk membuat konten.

Tahun 2017 hingga 2018 adalah periode paling primitif. Afdillah membuat berbagai konten: gameplay yang tidak terstruktur, rekaman kehidupan sehari-hari tanpa narasi yang jelas, eksperimen demi eksperimen yang tidak menghasilkan apa-apa. Konten-konten ini tidak ditonton siapa pun kecuali dirinya sendiri. Tidak ada audience, tidak ada engagement, tidak ada validasi eksternal.

Namun pada fase ini, Afdillah menjalankan aktivitasnya tanpa ekspektasi terhadap hasil. Bukan karena mentalitas yang sudah matang di usia semuda itu, tetapi karena ia genuinely menikmati prosesnya. Membuat video, mengupload, melihat konten sendiri di platform YouTube. Aktivitas ini sendiri sudah memberikan kepuasan tersendiri, terlepas dari tidak adanya penonton atau pertumbuhan channel.

Hingga usia 9 tahun, pola ini terus berlanjut. Setiap video yang di-upload hanya ditonton oleh dirinya sendiri. Tidak ada penonton organik, tidak ada pertumbuhan yang terukur. Tapi karena motivasinya datang dari enjoyment terhadap proses itu sendiri, tidak ada alasan untuk berhenti.

Transisi ke Orientasi Hasil: Usia 10 Tahun

Perubahan mulai terjadi di usia 10 tahun. Afdillah mulai memahami logika di balik platform. Bukan lagi sekadar membuat konten karena menyenangkan, tetapi mulai melihat YouTube sebagai sesuatu yang bisa menghasilkan income. Perspektif ini mengubah pendekatannya secara fundamental.

Ia tidak lagi membuat konten secara sembarangan. Ada keseriusan yang berbeda. Ia mulai melakukan trial and error dengan fokus yang lebih jelas pada niche gaming. Minecraft, Mobile Legends, Free Fire, Roblox. Ia mencoba berbagai tema, mengamati mana yang memberikan response lebih baik, mempelajari apa yang membuat konten tertentu bekerja sementara yang lain tidak.

Tidak ada yang langsung berhasil. Tapi eksperimen kali ini lebih terstruktur. Ada pembelajaran yang diambil dari setiap kegagalan.

Era Mavesto: 2021-2023

Di usia 11 tahun, Afdillah meluncurkan Channel Youtube bernama Mavesto Ofc. Channel ini fokus pada konten Minecraft, mencakup tutorial building, gameplay, dan berbagai aspek teknis dari game tersebut. Berbeda dari eksperimen-eksperimen sebelumnya, kali ini ada komitmen untuk tetap konsisten dalam satu tema.

Pertumbuhan Mavesto terjadi dengan cepat. Dalam satu tahun, channel ini mencapai 10.000 subscribers. Timing juga menguntungkan. Pandemi COVID-19 yang baru saja terjadi membuat lockdown meningkatkan intensitas produksi kontennya. Sementara sebagian besar orang menghabiskan waktu dengan konsumsi pasif, Afdillah menggunakannya untuk produksi. Konsistensi ini menghasilkan pertumbuhan yang eksponensial.

Di usia 12 tahun pada 2022, Mavesto sudah mencapai lebih dari 50.000 subscribers. Namun monetisasi baru tercapai pada titik ini. Subscriber sudah jauh melampaui requirement 1.000 sejak lama, tetapi 4.000 jam tayang baru terkumpul ketika channel sudah berada di level tersebut. Pembayaran pertama dari YouTube: 2 juta rupiah. Angka ini bukan hanya tentang nominal, tetapi validasi pertama bahwa aktivitas yang dimulai sejak usia 7 tahun bisa menghasilkan revenue yang terukur.

Parallel dengan Mavesto, Afdillah membangun berbagai sumber income lain. Ia menjalankan bisnis jasa pembuatan server Minecraft dengan strategi sederhana tapi efektif: membuat tutorial yang cukup kompleks untuk membuat viewers mempertimbangkan jasa berbayarnya sebagai alternatif yang lebih efisien. Dengan harga Rp80.000 per server menggunakan Aternos yang gratis, profit margin mencapai 100%. Di luar itu, berbagai usaha digital lainnya dijalankan: jasa pembuatan logo untuk klien bisnis, trading akun game, penjualan file digital.

Pada periode yang sama, Afdillah juga mengasah berbagai skill teknis lainnya. Ia mempelajari programming dan mulai membuat website. Ia mendirikan beberapa grup untuk content creator dengan niche yang sama, membangun mini-community yang bertahan hingga berisi lebih dari 50 content creator aktif. Skill desain terasah melalui kebutuhan untuk mengedit konten video. Copywriting berkembang dari pengalaman membuat deskripsi video dan caption yang engaging. Setiap aktivitas ini, meskipun tampak terpisah, sebenarnya membangun foundation skill yang akan menjadi critical di fase berikutnya.

Akumulasi dari berbagai income stream ini membawa total pendapatannya mencapai puluhan juta rupiah di usia 13 tahun awal. Mavesto terus berkembang hingga mencapai lebih dari 70.000 subscribers.

Kehilangan dan Kehancuran Finansial: 2023

Di puncak pertumbuhan Mavesto, channel mengalami penghapusan permanen oleh YouTube. Tiga copyright strikes dari eksperimen dengan konten Minecraft mod. Banding diajukan, ditolak. Channel yang dibangun selama bertahun-tahun hilang tanpa kemungkinan recovery.

Setelah kehilangan Mavesto, Afdillah memutuskan untuk pensiun dari YouTube. Monetisasi yang menurun, effort yang dibutuhkan tidak lagi sebanding dengan hasil. Platform yang ia mainkan sejak usia 7 tahun ditutup di usia 13 tahun awal.

Tahun 2023 menjadi periode kehancuran finansial. Tanpa income stream yang aktif, Afdillah melakukan serangkaian keputusan finansial yang tidak bijak. Pembelian konsumtif dalam periode waktu yang sangat singkat. Pada usia tersebut, kemampuan untuk menahan godaan terhadap uang yang baru pertama kali dimiliki dalam jumlah besar belum terbentuk. Impulsivitas mengambil alih. Uang yang dikumpulkan dengan susah payah selama bertahun-tahun habis, tersisa hanya sedikit.

Di pertengahan usia 13 tahun, Afdillah berada dalam posisi yang sangat berbeda dari beberapa bulan sebelumnya. Tidak ada income, tidak ada channel, uang hampir habis. Fase ini ditandai dengan berbagai percobaan untuk membangun venture baru dalam ranah digital, tetapi sebagian besar menghadapi kendala yang signifikan. Tidak ada yang menghasilkan traction seperti yang diharapkan.

Dalam situasi ini, Afdillah mencari komunitas entrepreneur untuk mendapatkan guidance, tetapi sebagian besar berbayar dengan harga yang tidak terjangkau. Dari keterbatasan ini lahir inisiatif untuk menciptakan solusinya sendiri.

Komunitas Bahas Bisnis: 2023-2024

Afdillah mendirikan Komunitas Bahas Bisnis sebagai solusi untuk keresahannya sendiri. Komunitas dimulai di WhatsApp, link dibagikan di berbagai grup lain. Pertumbuhan awal lambat: 100 anggota, kemudian 200, bertambah secara gradual.

Keputusan untuk membuat akun Instagram untuk komunitas menjadi turning point. Kemampuan untuk mengeksekusi strategi konten di Instagram adalah hasil dari lima tahun pengalaman membuat konten di YouTube. Ratusan video telah dibuat, diedit, diupload. Pemahaman tentang bagaimana membuat konten yang engaging, bagaimana algoritma bekerja, bagaimana mengoptimalkan konten untuk maksimum reach, semua terasah selama bertahun-tahun.

Setelah berminggu-minggu promosi tanpa hasil signifikan, konten komunitas mencapai for you page pertama. Setelah FYP pertama, pertumbuhan berubah drastis. Kurva J yang klasik. Dari pertumbuhan yang stagnan, anggota melonjak menjadi 500, kemudian 1.000, kemudian 2.000.

Pertumbuhan eksponensial ini adalah manifestasi dari compounding interest. Pengalaman membuat ratusan konten di YouTube. Pengalaman membangun mini-community untuk content creator yang pernah mencapai 50+ anggota. Skill desain yang terasah dari bertahun-tahun mengedit video. Copywriting yang berkembang dari membuat deskripsi dan caption yang engaging. Pemahaman tentang community management dari mengelola berbagai grup di masa lalu. Semua skill ini tidak muncul tiba-tiba, tetapi merupakan akumulasi dari tahun-tahun eksperimen dan pembelajaran. Ketika kesempatan datang dengan Komunitas Bahas Bisnis, fondasi sudah ada jauh hari.

Pertumbuhan memaksa Afdillah untuk membuat multiple grup WhatsApp, masing-masing berisi lebih dari 900 anggota. Pada puncaknya, terdapat 6 grup dengan total sekitar 5.000 anggota.

Namun pertumbuhan ini datang dengan tantangan operasional yang belum pernah ia hadapi. Di usia 13 tahun akhir, pengalaman dalam kepemimpinan skala ini belum ada. Keputusan impulsif, pendekatan yang kekanak-kanakan dalam menangani konflik, kesulitan maintaining konsistensi di multiple grup. Volunteer direkrut untuk membantu mengelola grup, tetapi ini menambah kompleksitas baru ketika volunteer juga melakukan kesalahan dalam moderasi.

Fondasi komunitas tidak pernah cukup kuat untuk menahan kapasitas sebesar ini. Setelah berbulan-bulan beroperasi dengan struktur yang rapuh, komunitas mengalami collapse. Satu per satu, dari grup 1 hingga 6, semuanya bubar.

Collapse ini terjadi ketika Afdillah memasuki usia 14 tahun awal. Namun periode berbulan-bulan mengelola komunitas dengan ribuan anggota menghasilkan pembelajaran yang tidak bisa didapat dari tempat lain. Ia telah berinteraksi dengan ratusan karakter manusia yang berbeda, menghadapi berbagai jenis konflik, mengelola ekspektasi dari ribuan orang. Di dalam komunitas, berbagai sesi dengan narasumber dan networking event diselenggarakan, membuka akses ke orang-orang yang lebih berpengalaman dalam dunia bisnis.

Dengan pembelajaran ini, Afdillah melakukan restrukturisasi total. Sistem baru diimplementasikan menggunakan Telegram. Migrasi dari WhatsApp ke Telegram dilakukan, dan pertumbuhan kembali terjadi dengan cepat. Dalam waktu singkat, grup Telegram mencapai 10.000 anggota dalam satu grup, menghilangkan kompleksitas mengelola multiple grup.

Tantangan operasional tidak selesai dengan perpindahan platform. Dinamika terus berubah. Migrasi terjadi berkali-kali antara WhatsApp dan Telegram, eksperimen dengan berbagai platform lain untuk menemukan yang paling optimal.

Ekspansi Media dan Revenue Stream: 2024

Parallel dengan operasional komunitas, Afdillah mengembangkan berbagai channel media sosial. Akun Instagram Komunitas Bahas Bisnis tumbuh hingga menembus 100.000 follower. WhatsApp Channel dibuat untuk broadcast langsung ke audience, mencapai lebih dari 40.000 anggota.

Di usia 14 tahun pertengahan, Afdillah memulai personal branding melalui TikTok. Konten yang dibuat fokus pada edukasi dan motivasi untuk anak muda seusianya. Dalam waktu 4 bulan, akun mencapai lebih dari 10.000 followers dengan konten yang secara konsisten tembus ratusan ribu hingga jutaan views.

Afdillah juga mendirikan Quotethify, akun Instagram terpisah yang fokus pada konten motivational quotes, yang berkembang hingga lebih dari 60.000 follower. Selain itu, berbagai akun media sosial lain dikembangkan dengan strategi yang sama, beberapa mencapai 10.000 follower, yang lain mencapai 30.000 follower. Sebagian besar akun-akun ini kemudian dijual, sementara beberapa dipertahankan untuk operasional jangka panjang.

Pertumbuhan reach di media sosial membuka berbagai peluang baru. Afdillah mulai diminta untuk mengisi berbagai acara sebagai pembicara. Di usia 14 tahun, ia berbicara di depan audience yang sebagian besar jauh lebih tua dan berpengalaman, membawakan materi tentang digital entrepreneurship dan community building.

Kolaborasi dengan brand mulai berdatangan. Puluhan brand menghubungi untuk partnership, dari brand lokal hingga yang lebih established. Setiap kolaborasi membawa exposure baru dan memperluas network. Jaringan yang dibangun melalui komunitas juga memungkinkan Afdillah untuk berperan sebagai connector, membantu entrepreneur satu dengan yang lain untuk bertemu dan berkolaborasi.

Revenue stream baru terbentuk melalui produk digital yang relevan untuk kebutuhan entrepreneur. Dari komunitas yang dimulai sebagai solusi untuk keresahan personal, Komunitas Bahas Bisnis berkembang menjadi platform dengan reach yang signifikan dan multiple revenue stream yang sustainable.

Stabilisasi dan Pertumbuhan Personal: 2025

Di usia 15 tahun pada 2025, fokus bergeser dari ekspansi agresif ke stabilisasi sistem yang telah dibangun. Tidak banyak perubahan drastis dalam struktur operasional, tetapi periode ini ditandai dengan pemantapan pola pikir dan arah hidup yang lebih jelas. Orientasi lebih ke pertumbuhan personal daripada ekspansi bisnis.

Afdillah terus diminta untuk mengisi berbagai acara, termasuk tampil di televisi lokal. Semua berjalan dengan lebih terorganisir dibandingkan fase-fase sebelumnya yang penuh gejolak.

Di akhir tahun 2025, Afdillah memutuskan untuk membuka project baru: produkdigital.co, sebuah platform untuk creator produk digital dapat membuat dan menjual produk digitalnya dari nol. Platform ini dimulai sebagai platform edukasi, dengan rencana untuk berkembang menjadi lebih dari sekadar edukasi tetapi sebagai platform lengkap untuk digital product creation dan distribution.

Rekap Perjalanan

Sejauh ini, Afdillah telah memproduksi lebih dari 1.000+ konten, mencakup ratusan video di YouTube di masa lalu, ribuan konten di berbagai media sosial yang ia kembangkan, akun personal branding, dan platform-platform lainnya. Seluruh konten, baik long-form maupun short-form video, dibuat sendiri tanpa bantuan editor. Setiap frame, setiap cut, setiap caption adalah hasil kerja langsung dari Afdillah.

Ia telah membangun beberapa media faceless dengan skala puluhan ribu audience, dengan ratusan kali mencapai ratusan ribu hingga jutaan penonton di videonya, berkontribusi dalam membantu pengusaha UMKM Indonesia dalam aspek relasi dan networking, serta menginspirasi ribuan anak muda belasan tahun untuk mulai membangun sesuatu di dunia digital dari akun personal brandingnya. Dari anak yang membuat konten pertamanya menggunakan ponsel pinjaman orang tua di usia 7 tahun, hingga membangun ecosystem digital dengan reach ratusan ribu orang di usia 15 tahun, perjalanan Afdillah adalah manifestasi dari konsistensi, pembelajaran dari kegagalan, dan kemampuan untuk terus beradaptasi dalam landscape digital yang terus berubah.

Captured in a photo:

( Tap to see )

Gabung Komunitas Bahas Bisnis Yuk

Start using AI-powered tools that elevate your trading and decision-making.

AI-driven crypto intelligence platform. Transform market chaos into structured clarity with real-time analytics and automated insights.

© 2026 Komunitas Bahas Bisnis. All rights reserved.